Profile

Travelia pertama kali dicanangkan pada Januari 2016 di Bangkok, Thailand, oleh Ihsanul Afwan, mahasiswa Antropologi, FISIP UI yang kemudian merealisasikannya pada bulan Maret di tahun yang sama, serta mulai memberangkatkan peserta pada Agustus 2016. Setahun berselang, Travelia meraih penghargaan pada Indonesia Inovation and Entrepreneurship Exhibiton, Universitas Indonesia dalam bidang Inovasi kategori Jasa. Pasca meraih penghargaan itu, Travelia terus mengalami perkembangan yang pesat, mulai dari pengurusan legalitas usaha menjadi dibawah PT. Insan Adidaya Travelindo, perusahaan yang kemudian resmi menjadi binaan Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia pada tahun 2017. Travelia bukan hanya sebuah travel agency yang menjual paket perjalanan wisata, melainkan sebuah travel organizer yang menjadi operator tour itu sendiri. Sebagai travel organizer, seluruh hal yang berkaitan dengan perjalanan wisata peserta,  mulai dari konsultasi hingga menyusun itinerary, dirancang khusus  oleh perusahaan dan mitra Travelia sesuai standar yang berlaku. Pada awal berdiri, Travelia fokus mengurus wisata untuk kalangan backpacker dan anak muda. Akan tetapi, tingginya permintaan dan antusiasme dari berbagai kalangan untuk membuka paket wisata dengan minat tertentu membuat Travelia melebarkan sayap, merubah tagline yang sebelumnya “Backpacker’s Partner” menjadi “More Than a Travel”. Hal tersebut bukan berarti meninggalkan paket backpacker’s yang menjadi andalan Travelia, melainkan menambah paket wisata lain yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Tahun 2018, Travelia bekerjasama dengan AJAST, organisasi dibawah direktorat kemahasiswaan Kyoto University untuk membuka rute ke Jepang, membuka tour baru ke Korea, serta menambah frekuensi keberangkatan hingga delapan kali tiap bulan ke destinasi unggulan Travelia.